Tanggal Publikasi :

Maret 16, 2023

Terakhir Diupdate :

Februari 19, 2025

Penulis :

Adnan Syafii

Penulis :

Tim Klinik Patella

Dapatkan diagnosis akurat dan solusi terbaik untuk nyeri lutut Anda!

Artikel Terkait

senam lansia untuk nyeri lutut
senam lansia untuk nyeri lutut

Senam Lansia untuk Nyeri Lutut: Solusi untuk Mengurangi Rasa Sakit dan Meningkatkan Mobilitas

prognosis osteoarthritis
prognosis osteoarthritis

Prognosis Osteoarthritis: Apa yang Harus Anda Ketahui?

rontgen osteoarthritis
rontgen osteoarthritis

Rontgen untuk Mendiagnosis Osteoarthritis

Susu untuk Nyeri Sendi Lutut
Susu untuk Nyeri Sendi Lutut

Susu untuk Nyeri Sendi Lutut: Solusi Alami untuk Kesehatan Sendi

makanan penyebab nyeri sendi lutut
makanan penyebab nyeri sendi lutut

6 Makanan Penyebab Nyeri Sendi Lutut yang Harus Dihindari

Nyeri Lutut Saat Jongkok
Nyeri Lutut Saat Jongkok

Nyeri Lutut Saat Jongkok: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Lachman Test
Lachman Test

Lachman Test: Tes Fisik Utama untuk Mendiagnosis Cedera ACL

salep nyeri sendi lutut di apotik
salep nyeri sendi lutut di apotik

Rekomendasi Salep Nyeri Sendi Lutut di Apotik

prepatellar bursitis
prepatellar bursitis

Mengenal Prepatellar Bursitis: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

pes anserine bursitis
pes anserine bursitis

Pes Anserine Bursitis: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

valgus stress test
valgus stress test

Valgus Stress Test dalam Diagnosis Cedera MCL

hematoma subkutan
hematoma subkutan

Hematoma Subkutan: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Cari Artikel Lainnya

Hati-hati, Ini Risiko Jatuh pada Lansia!

16 Maret 2023

risiko jatuh pada lansia

Risiko jatuh pada lansia (lanjut usia) merupakan hal yang perlu diwaspadai. Pada lansia biasanya terjadi penurunan  kondisi medis yang mendasar seperti osteoporosis, arthritis, dan penyakit Parkinson. Hal tersebut menyebabkan risiko jatuh pada lansia menjadi tinggi.

Beberapa faktor yang menyebabkan risiko jatuh pada lansia

Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan lansia lebih rentan terjatuh, antara lain:

  • Penurunan keseimbangan dan koordinasi tubuh karena proses penuaan yang mengakibatkan otot dan saraf menjadi lemah.
  • Penurunan kekuatan otot, fleksibilitas, dan kecepatan gerakan tubuh, yang mengakibatkan lansia menjadi mudah lelah dan tidak mampu menghindari jatuh.
  • Gangguan kesehatan seperti osteoporosis atau osteoarthritis, yang dapat menyebabkan tulang menjadi lemah dan mudah patah.
  • Gangguan penglihatan atau pendengaran, yang dapat mengganggu persepsi dan keseimbangan tubuh.
  • Efek samping obat-obatan tertentu yang mengakibatkan pusing, lelah, atau efek samping lainnya yang dapat mempengaruhi keseimbangan.
  • Gangguan kognitif seperti demensia atau gangguan kognitif lainnya yang dapat mengganggu keseimbangan dan koordinasi gerakan.
  • Lingkungan yang tidak aman, seperti permukaan lantai yang licin, tangga yang curam, atau furnitur yang tidak stabil.
  • Kurangnya aktivitas fisik dan olahraga, sehingga tubuh menjadi lemah dan keseimbangan tubuh menurun.

Penting untuk diingat bahwa beberapa penyebab ini dapat saling terkait dan saling mempengaruhi, sehingga mengurangi risiko jatuh pada lansia.

Bahaya jatuh pada lansia

Jatuh pada lansia dapat menyebabkan konsekuensi serius dan bahkan dapat mengancam jiwa. Beberapa dampak bahaya jatuh pada lansia antara lain:

  1. Cedera fisik: 

Jatuh dapat menyebabkan cedera fisik yang serius seperti patah tulang, memar, luka, dan cedera kepala. Cedera seperti ini dapat menyebabkan masalah yang serius pada kesehatan lansia dan memperburuk kondisi yang ada.

  1. Gangguan mobilitas: 

Jika lansia mengalami cedera akibat jatuh, hal ini dapat mengganggu mobilitas dan kemampuan mereka untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Hal ini dapat meningkatkan risiko kesulitan berjalan, kesulitan berdiri dan risiko jatuh yang lebih tinggi lagi.

  1. Kematian: 

Jatuh dapat menyebabkan kematian pada lansia, terutama pada mereka yang memiliki kondisi medis yang serius atau gangguan kesehatan lainnya yang dapat meningkatkan risiko cedera akibat jatuh.

Oleh karena itu, sangat penting bagi lansia dan keluarga mereka untuk mengambil tindakan pencegahan untuk mengurangi risiko jatuh. Beberapa cara untuk mengurangi risiko jatuh pada lansia antara lain: melakukan olahraga ringan secara teratur, menjaga lingkungan yang aman dan bebas hambatan, menggunakan bantuan seperti tongkat atau kursi roda jika diperlukan, dan menjaga kesehatan secara umum dengan mengikuti gaya hidup sehat dan berkonsultasi dengan dokter secara teratur.

Penanganan pertama jika jatuh

Apabila ada lansia yang terjatuh, ada beberapa langkah pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan, yaitu: 

  • Angkat secara perlahan tubuhnya dan jangan tergesa-gesa
  • Baringkan atau dudukkan di atas alas atau tempat duduk yang empuk
  • Apabila terjatuh dalam posisi lutut yang menjadi tumpuan segera siapkan kompres dingin
  • Istirahatkan lutut agar terhindar dari rasa sakit berlebihan
  • Kompres dingin dengan bantalan es untuk mengurangi pembengkakan
  • Jika perlu bebat lutut dan bagian lain bekas jatuh dengan perban elastis untuk menghindari benturan dan membatasi pergerakan
  • Angkat tinggi lutut di atas dada dengan meletakkan bantal atau penyangga lainnya di bawah kaki

Apabila cedera akibat terjatuh bersifat serius dan ada kerusakan parah di jaringan lutut atau patah tulang, maka segera lakukan pertolongan medis dan berkonsultasilah dengan dokter spesialis kami di Klinik Patella. Jika ingin membuat janji konsultasi, silakan hubungi Assistance Center Patella di nomor 021-2237-9999 atau chat melalui whatsapp ke 0811 8124 2022.

Artikel ini telah ditinjau oleh: dr. Yuti Purnamasari

Artikel Lainnya

nyeri tumit kaki

Nyeri Tumit Kaki, Cara Menanganinya Tak Melulu Harus Operasi

Obat Nyeri Lutut

Olahraga Penyebab Cedera ACL, Yuk Ketahui Lebih Lanjut

berapa lama cedera ligamen sembuh

Berapa Lama Cedera Ligamen Sembuh? Ini Penjelasannya

Persiapan Sebelum Radiofrekuensi Ablasi - Patella

Persiapan Sebelum Radiofrekuensi Ablasi untuk Nyeri Lutut