Cedera meniskus adalah salah satu cedera lutut yang paling umum. Lalu cedera meniskus yang memerlukan arthroscopy itu seperti apa?
Setiap lutut memiliki dua potongan tulang rawan berbentuk huruf C yang berfungsi sebagai bantalan antara tulang kering dan tulang paha. Robeknya meniskus dapat menyebabkan rasa sakit, pembengkakan, dan kekakuan.
Penderita juga mungkin merasakan adanya hambatan saat menggerakkan lutut dan kesulitan untuk meluruskan lutut sepenuhnya.
Agar kita bisa melakukan tindakan pencegahan, simak terus informasi selengkapnya tentang cedera meniskus di artikel ini.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami melalui WhatsApp di nomor 0811-8124-2022, atau langsung mengunjungi Klinik Patella yang beralamat di Jalan Hj. Tutty Alawiyah No.34B, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan.
Daftar Isi
Mengenal Cedera Meniskus
Seperti yang sudah dijelaskan diatas, meniskus adalah sepotong tulang rawan di lutut yang berfungsi untuk memberi bantalan dan menstabilkan sendi.
Meniskus bertindak sebagai peredam kejut, melindungi tulang dari keausan. Setiap lutut Anda memiliki dua potongan tulang rawan ini:
- Meniskus medial terletak di bagian dalam lutut.
- Meniskus lateral terletak di bagian luar lutut.
Keduanya berbentuk seperti huruf C dan memberikan bantalan antara tulang kering (tibia) dan tulang paha (femur). Kedua meniskus ini membantu menjaga stabilitas lutut Anda.
Apa yang Menyebabkan Robeknya Meniskus? Robeknya meniskus bisa terjadi ketika Anda tiba-tiba mengubah arah saat berlari, atau memutar kaki bagian atas sementara kaki Anda tetap diam dan lutut Anda tertekuk.
Cedera ini sering terjadi bersamaan dengan cedera lutut lainnya, seperti cedera ligamen anterior cruciatum (ACL). Dalam beberapa kasus, potongan tulang rawan yang robek bisa terlepas dan terjebak di dalam sendi lutut, menyebabkan lutut terkunci.
Namun, meniskus juga akan semakin lemah seiring bertambahnya usia. Jadi semakin tua, seseorang bisa saja mengalami cedera meniskus hanya karena melakukan gerakan tak biasa saat bangkit dari kursi.
Seperti apa cedera meniskus yang memerlukan arthroscopy?
Jika mengalami cedera meniskus, penderita mungkin merasakan sensasi terputus dan rasa sakit saat cedera terjadi. Setelah itu, pembengkakan, kekakuan, ketidakstabilan sendi, dan hilangnya kemampuan bergerak mulai terasa.
Cedera robekan meniskus yang kecil mungkin tidak memerlukan tindakan arthroscopy. Namun cedera meniskus yang memerlukan arthroscopy adalah robekan meniskus yang lebih parah. Sebab arthroscopy efektif untuk meniskus robek.
Arthroscopy adalah teknik minimal invasif untuk memperbaiki kartilago meniskus yang robek. Jadi, jika Anda menghadapi robekan meniskus, berikut ini yang perlu Anda ketahui tentang cara kerja operasi tersebut.
Prosedur Arthroscopy Meniskus dan Manfaatnya
Ketika tindakan arthroscopy meniskus akan dimulai, dokter akan memberikan anestesi untuk memastikan pasien merasa nyaman.
Setelah itu, dokter akan membuat sayatan kecil di sekitar lutut dan memasukkan kamera arthroscope untuk melihat meniskus dari dalam.
Dokter akan memandu alat bedah melalui sayatan tersebut dan mulai melakukan perbaikan. Tergantung pada cedera, dokter akan memperbaiki meniskus dengan menjahitnya, mengangkat tulang rawan yang rusak, atau melakukan kombinasi keduanya.
Setelah proses perbaikan meniskus selesai, sayatan akan ditutup dengan dijahit, dan pasien akan dipindahkan ke ruang pemulihan.
Manfaat arthroscopy meniskus
Bedah arthroscopy menggunakan kamera kecil berdefinisi tinggi dan alat bedah khusus untuk menjahit robekan meniskus serta mengangkat potongan tulang rawan yang rusak dari sendi.
Karena meniskus tidak dapat sembuh dengan sendirinya secara optimal, operasi ini dapat membantu proses pemulihan alami tubuh.
Arthroscopy bersifat minimal invasif, sehingga mengurangi risiko infeksi, kehilangan darah, dan komplikasi lainnya.
Pemulihan biasanya lebih cepat dibandingkan dengan operasi terbuka tradisional, dan sayatannya sangat kecil, sehingga bekas luka menjadi lebih tidak terlihat.
Proses Pemulihan Pasca cedera meniskus yang memerlukan arthroscopy
Setelah menjalani prosedur artroskopi, pasien akan dipindahkan ke ruangan lain untuk beristirahat selama beberapa jam sebelum dipulangkan. Perawatan pasca-arthroscopy lutut meliputi beberapa hal berikut:
- Anda mungkin akan diberi resep obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID) untuk membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan.
- Terapkan metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) di rumah. Pastikan untuk beristirahat, mengompres dengan es, dan mengangkat sendi yang dioperasi selama beberapa hari.
- Anda mungkin perlu menggunakan alat penyangga sementara seperti sling atau kruk untuk memberikan kenyamanan dan perlindungan.
- Dokter mungkin akan merekomendasikan terapi fisik dan rehabilitasi guna memperkuat otot dan meningkatkan fungsi sendi Anda.
- Hindari memberikan beban atau tekanan pada area yang telah dioperasi untuk sementara waktu.
- Pastikan sayatan tetap bersih dan tertutup dengan baik.
- Saat mandi, gunakan shower dan hindari berendam hingga sayatan sembuh sepenuhnya.
Dokter juga bisa merekomendasikan injeksi PRP (Platelet-Rich Plasma) sebagai bagian dari proses pemulihan pasca-artroskopi.
Layanan cedera meniskus yang memerlukan arthroscopy di Klinik Patella
Klinik Patella hadir untuk memberikan perawatan bagi berbagai jenis cedera meniskus. Cedera meniskus dapat berdampak besar pada aktivitas sehari-hari, seringkali disertai rasa nyeri dan keterbatasan dalam bergerak.
Tim medis kami yang terdiri dari dokter spesialis ortopedi dan fisioterapis berpengalaman siap bekerja sama untuk menyusun rencana pengobatan yang disesuaikan dengan tingkat keparahan cedera lutut yang Anda alami.
Jika Anda membutuhkan penanganan untuk cedera pada lutut, jangan ragu untuk menghubungi kami dan dapatkan konsultasi serta perawatan yang tepat.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami melalui WhatsApp di nomor 0811-8124-2022, atau langsung mengunjungi Klinik Patella yang beralamat di Jalan Hj. Tutty Alawiyah No.34B, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan.