Tanggal Publikasi :

November 6, 2024

Terakhir Diupdate :

Februari 19, 2025

Penulis :

Adnan Syafii

Penulis :

Tim Klinik Patella

Dapatkan diagnosis akurat dan solusi terbaik untuk nyeri lutut Anda!

Artikel Terkait

senam lansia untuk nyeri lutut
senam lansia untuk nyeri lutut

Senam Lansia untuk Nyeri Lutut: Solusi untuk Mengurangi Rasa Sakit dan Meningkatkan Mobilitas

prognosis osteoarthritis
prognosis osteoarthritis

Prognosis Osteoarthritis: Apa yang Harus Anda Ketahui?

rontgen osteoarthritis
rontgen osteoarthritis

Rontgen untuk Mendiagnosis Osteoarthritis

Susu untuk Nyeri Sendi Lutut
Susu untuk Nyeri Sendi Lutut

Susu untuk Nyeri Sendi Lutut: Solusi Alami untuk Kesehatan Sendi

makanan penyebab nyeri sendi lutut
makanan penyebab nyeri sendi lutut

6 Makanan Penyebab Nyeri Sendi Lutut yang Harus Dihindari

Nyeri Lutut Saat Jongkok
Nyeri Lutut Saat Jongkok

Nyeri Lutut Saat Jongkok: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Lachman Test
Lachman Test

Lachman Test: Tes Fisik Utama untuk Mendiagnosis Cedera ACL

salep nyeri sendi lutut di apotik
salep nyeri sendi lutut di apotik

Rekomendasi Salep Nyeri Sendi Lutut di Apotik

prepatellar bursitis
prepatellar bursitis

Mengenal Prepatellar Bursitis: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

pes anserine bursitis
pes anserine bursitis

Pes Anserine Bursitis: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

valgus stress test
valgus stress test

Valgus Stress Test dalam Diagnosis Cedera MCL

hematoma subkutan
hematoma subkutan

Hematoma Subkutan: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Cari Artikel Lainnya

Cedera MCL: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Terbaik

6 November 2024

cedera mcl

Cedera MCL adalah salah satu cedera lutut yang umum terjadi. Cedera ini sering dialami oleh orang-orang yang bermain olahraga seperti sepak bola, basket, dan ski.

Robekan MCL biasanya ditangani tanpa operasi, meskipun ada pilihan operasi.

Cedera medial collateral ligament (MCL) merupakan peregangan, robekan sebagian, atau robekan total dari ligamen di bagian dalam lutut.

Ini adalah salah satu cedera lutut yang paling sering terjadi dan umumnya disebabkan oleh gaya valgus pada lutut. Simak informasi selengkapnya tentang cedera MCL di artikel ini.

Jika ingin mendapatkan penanganan cedera lutut, segera hubungi kami untuk mendapatkan konsultasi dan perawatan yang tepat melalui WhatsApp di nomor 0811-8124-2022.

Apa Itu Cedera MCL (Medial Collateral Ligament)?

Lutut manusia terdiri dari tulang, ligamen, tendon, dan tulang rawan. Medial Collateral Ligament (MCL) terletak di sisi dalam lutut dan memiliki panjang sekitar 8 hingga 10 sentimeter.

MCL menghubungkan tulang paha (femur) dengan tulang kering (tibia). MCL juga memberikan kekuatan dan stabilitas pada sendi lutut Anda.

Ini adalah salah satu dari empat ligamen utama di lutut. Tiga ligamen utama lainnya adalah:

  • Ligamen cruciatum anterior (ACL).
  • Ligamen kolateral lateral (LCL).
  • Ligamen cruciatum posterior (PCL).

Kata “medial” berarti “menuju tengah atau pusat.” Ketika merujuk pada ligamen, “collateral” berarti ligamen tersebut berada di satu sisi sendi.

Medial Collateral Ligament dinamakan demikian karena terletak di sisi dalam lutut (lebih dekat ke “garis tengah” tubuh Anda) dan berada di sisi sendi lutut..

MCL biasanya cedera akibat tekanan atau beban yang diberikan pada bagian luar lutut. Sebuah benturan pada bagian luar lutut saat bermain sepak bola adalah salah satu cara umum cedera ini terjadi.

Cedera MCL bisa berupa peregangan, robekan sebagian, atau robekan total dari ligamen. Cedera MCL juga sering terjadi bersamaan dengan cedera pada ligamen cruciatum anterior (ACL).

Dokter akan mengklasifikasikan robekan MCL berdasarkan tingkat keparahan berikut ini:

Tingkat 1

Robekan MCL tingkat 1 adalah robekan ringan di mana kurang dari 10% serat pada ligamen sobek dan lutut Anda masih stabil. Anda kemungkinan akan merasakan nyeri ringan dan sedikit nyeri pada robekan tingkat 1.

Tingkat 2

Robekan MCL tingkat 2 adalah robekan sedang di mana MCL Anda robek sebagian — biasanya pada bagian superfisial (permukaan) dari MCL.

Lutut Anda kemungkinan akan terasa longgar ketika digerakkan dengan tangan, dan Anda kemungkinan akan merasakan nyeri hebat dan nyeri tekan di sepanjang sisi dalam lutut.

Tingkat 3

Robekan MCL tingkat 3 adalah robekan parah di mana MCL Anda robek total — baik bagian superfisial maupun bagian dalam.

Lutut akan sangat tidak stabil dan terasa longgar, dan Anda mungkin akan merasakan nyeri hebat serta nyeri saat ditekan. Sering kali, seseorang yang mengalami robekan MCL tingkat 3 juga akan mengalami cedera lutut lainnya, terutama cedera pada ligamen cruciatum anterior (ACL).

Penyebab Cedera MCL

Perputaran, pemutaran, dan perubahan arah yang tiba-tiba dan kuat, dapat menyebabkan cedera MCL. Benturan langsung pada sisi luar lutut juga bisa menyebabkan cedera MCL.

Cedera Medial Collateral Ligament paling sering terjadi pada orang yang bermain olahraga tertentu seperti ski, sepak bola, bola basket, dan voli.

Berikut adalah beberapa situasi yang dapat menyebabkan cedera MCL:

  • Menanamkan satu kaki ke tanah dan secara paksa mengubah arah (aktivitas ini dikenal dengan istilah cutting dalam olahraga).
  • Lutut terhantam di sisi luar, seperti dalam sebuah tekel pada pertandingan sepak bola.
  • Melakukan posisi jongkok, atau mengangkat benda berat.
  • Mendarat dengan cara yang tidak tepat di lutut setelah melompat.
  • Melakukan hiper-extend (penarikan berlebihan) pada lutut. Ini sering terjadi saat bermain ski.
  • Tekanan berulang pada lutut, yang bisa menyebabkan MCL kehilangan daya elastisitasnya (seperti pita karet yang sudah aus)

Gejala Cedera MCL pada Lutut

Gejala cedera MCL dapat berbeda-beda, tergantung sejauh mana tingkat keparahan cederanya. Jika MCL robek, Anda mungkin akan merasakan tanda-tanda dan gejala berikut:

  • Mendengar suara “popping” saat cedera terjadi.
  • Merasakan nyeri pada lutut.
  • Merasakan nyeri tekan di sepanjang sisi dalam lutut.
  • Mengalami kekakuanpada lutut.
  • Merasakan lutut Anda terkunci atau terjepit saat digunakan.
  • Pembengkakan pada lutut
  • Lutut yang terasa lemah atau seperti akan terjatuh saat digunakan berjalan, atau diberi tekanan tertentu.

Diagnosis Cedera Ligamen MCL

Dokter akan mempelajari rekam medis lengkap penderita. Kemudian menanyakan pola gejala yang dirasakan penderita.

Kemudian dokter mungkin akan menggunakan satu atau lebih tes berikut untuk mendiagnosis cedera MCL seperti:

1. Pemeriksaan fisik

Dokter akan memeriksa lutut Anda untuk melihat apakah ada rasa nyeri saat ditekan di sisi dalam lutut.

Mereka juga akan memberikan tekanan (stres) pada MCL untuk melihat apakah ligamen tersebut longgar, yang seringkali menandakan bahwa MCL robek.

2. MRI

MRI (Magnetic Resonance Imaging) menggunakan magnet besar, gelombang radio, dan komputer untuk menghasilkan gambar detail dari organ dan tulang Anda.

Magnetic Resonance Imaging adalah tes pencitraan pilihan untuk cedera MCL. Tes ini dapat membantu dokter untuk melihat apakah ada cedera jaringan lunak lain di lutut Anda.

3. Ultrasonografi

Ultrasonografi menggunakan gelombang suara untuk mengambil gambar di dalam tubuh Anda. Tes ini dapat membantu dokter untuk  melihat seberapa parah cedera MCL dan apakah ada cedera lain di lutut Anda.

4. Sinar-X (Rontgen)

Dokter mungkin akan melakukan rontgen pada lutut untuk memastikan tidak ada tulang yang patah atau cedera lain di lutut Anda.

Kemudian, dokter akan menggunakan semua informasi ini untuk menyusun rencana penanganan cedera MCL yang disesuaikan dengan tingkat keparahan cederanya.

Pengobatan dan Terapi untuk Cedera MCL

Sebagian besar orang yang mengalami cedera MCL dapat sembuh dengan pengobatan non-bedah. Ini karena MCL memiliki pasokan darah yang baik, yang memudahkan proses penyembuhan robekan.

1. Perawatan non-invasif

Pengobatan non-bedah untuk robekan MCL meliputi:

  • Metode RICE (istirahat, es, kompresi, elevasi)

Dengan menjalani metode RICE penderita akan mengistirahatkan lutut, memberi es pada lutut, mengenakan pembalut elastis di lutut (kompresi), dan mengangkat lutut saat Anda beristirahat.

Metode RICE membantu mengurangi rasa sakit dan pembengkakan.

  • Mengonsumsi obat pereda nyeri

Dokter mungkin akan meresepkan obat pereda nyeri (obat antiinflamasi non-steroid, atau NSAID) untuk membantu mengurangi rasa sakit dan pembengkakan pada lutut penderita.

  • Memakai pelindung lutut (braces)

Penderita akan diminta oleh dokter untuk mengenakan pelindung lutut yang mencegah lutut bergerak ke sisi kanan atau kiri, sehingga MCL dapat sembuh.

  • Menggunakan kruk

Dokter juga mungkin akan meminta penderita untuk menggunakan kruk saat berjalan, agar penderita bisa membatasi beban pada lutut yang cedera.

  • Melakukan fisioterapi

Dokter kemungkinan akan menyarankan Anda untuk melakukan latihan fisioterapi untuk meningkatkan kekuatan dan jangkauan gerak lutut Anda.

Latihan ini bisa melibatkan penguatan otot paha, bersepeda, dan latihan resistansi. Jika penderita adalah seorang atlet dan mengalami cedera MCL, tim medis Anda akan menyesuaikan fisioterapi dengan gerakan-gerakan yang diperlukan dalam olahraga yang Anda tekuni.

2. Pembedahan

Meskipun pengobatan non-bedah sangat efektif untuk mengobati cedera MCL, atlet profesional mungkin akan mempertimbangkan untuk menjalani operasi untuk memperbaiki robekan mereka, mengingat beban dan tekanan yang akan diterima lutut mereka saat kembali ke olahraga.

Jika Anda mengalami cedera MCL dan cedera lutut lainnya secara bersamaan, Anda kemungkinan besar perlu menjalani operasi untuk memperbaiki cedera-cedera tersebut.

Jika Anda memerlukan operasi untuk cedera MCL Anda, ahli bedah Anda akan menyambungkan kembali bagian MCL yang robek atau melakukan rekonstruksi dan/atau augmentasi MCL menggunakan pencangkokan.

Pencangkokan MCL dapat dibuat dari jaringan tubuh Anda sendiri, seperti tendon hamstring, atau dari donor. Ahli bedah Anda kemungkinan akan membuat sayatan kecil di bagian dalam lutut untuk melakukan operasi MCL.

Waktu pemulihan setelah operasi MCL bergantung pada beberapa faktor, antara lain:

  • Seberapa parah cedera MCL
  • Jenis operasi yang Anda jalani.
  • Jika Anda juga menjalani operasi pada bagian lutut lainnya.
  • Usia dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.
  • Pemulihan pascaoperasi MCL sering melibatkan fisioterapi untuk meningkatkan kekuatan dan jangkauan gerak lutut penderita.

Cedera MCL tingkat 1 biasanya bisa sembuh dengan sendirinya, hanya dengan istirahat dalam waktu satu hingga tiga minggu.

Sedangkan cedera MCL tingkat 2 dan tingkat 3 yang lebih parah, membutuhkan penanganan tepat agar bisa sembuh, yang meliputi:

  • Istirahat
  • Memakai pelindung lutut
  • Fisioterapi

Layanan di Klinik Patella untuk Cedera MCL

Klinik Patella menawarkan layanan khusus untuk penanganan cedera lutut. Kami memahami besarnya dampak cedera lutut terhadap aktivitas hidup seseorang, yang sering disertai dengan rasa sakit dan terbatasnya kemampuan bergerak.

Untuk itu, kami di Klinik Patella memberikan berbagai solusi yang efektif untuk membantu pemulihan fungsi lutut Anda.

Tim medis kami yang terdiri dari dokter ortopedi dan fisioterapis berpengalaman akan bekerja sama untuk merancang rencana penanganan yang sesuai dengan tingkat keparahan cedera lutut.

Jika Anda ingin mendapatkan penanganan cedera MCL, cedera PCL, atau cedera ACL pada lutut, segera hubungi kami untuk mendapatkan konsultasi dan perawatan yang tepat.

Anda bisa menghubungi kami melalui WhatsApp di nomor 0811-8124-2022, atau datang langsung ke Klinik Patella yang berlokasi di Jalan Hj. Tutty Alawiyah No.34B, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan.

Artikel Lainnya

lutut berbunyi saat ditekuk

Lutut Berbunyi ‘Klik’ Saat Ditekuk, Apa Ya Penyebabnya?

golfer's elbow

Golfer’s Elbow, Nyeri Siku Bagian Dalam

lutut kopong

Lutut Bunyi Karena Kopong, Mitos atau Fakta?

Ini Perbedaan Chondromalacia Patella dan Patellofemoral Pain Syndrome