LCL (lateral collateral ligament) adalah jaringan penting yang terletak di bagian luar lutut Anda. Atlet lebih rentan mengalami cedera LCL ini, yang dapat menyebabkan rasa sakit dan gejala lainnya.
Cedera LCL biasanya akan sembuh dalam waktu tiga hingga dua belas minggu, tergantung pada tingkat keparahannya.
Dalam proses penyembuhan, penderita perlu merawat diri dengan baik, seperti menggunakan kruk, mengompres es pada lutut, dan mengikuti petunjuk dari dokter. Simak informasi selengkapnya tentang cedera LCL di artikel ini.
Jika Anda membutuhkan penanganan untuk cedera pada lutut, segera hubungi kami untuk mendapatkan konsultasi dan perawatan yang tepat melalui WhatsApp di nomor 0811-8124-2022.
Daftar Isi
Apa itu Cedera LCL?
Cedera LCL adalah salah satu jenis cedera lutut yang menyebabkan rasa sakit, pembengkakan, dan memar.
LCL sendiri adalah jaringan yang terletak di bagian luar lutut Anda (bagian yang menghadap jauh dari tubuh).
Jaringan LCL ini menghubungkan tulang kaki bagian bawah Anda dengan tulang paha. LCL berfungsi untuk mencegah lutut Anda bengkok ke luar secara tidak normal.
Atlet yang bermain di olahraga seperti sepak bola, sepak takraw, dan ski memiliki risiko lebih tinggi mengalami robekan LCL, yang bisa menghalangi mereka untuk berkompetisi.
Ada tiga jenis tulang membentuk sendi lutut Anda: tulang paha (femur), patela (tempurung lutut) dan tulang kering (tibia). Ligamen-ligamen menghubungkan tulang-tulang tersebut. Ada dua jenis ligamen:
Collateral ligament
Ligamen ini terletak di sisi-sisi lutut Anda. Ligamen medial (di dalam) menghubungkan femur dan tibia. Sedangkan ligamen kolateral lateral (LCL) menghubungkan femur dan fibula.
Ligamen krusiat
Ligamen krusiat terletak di dalam sendi lutut. Jenis ligamen ini bersilangan (ligamen krusiat anterior terletak di depan dan ligamen krusiat posterior di belakang), membentuk huruf “X”. Ligamen-ligamen ini mengontrol gerakan lutut Anda maju dan mundur.
Orang yang beresiko cedera LCL adalah yang sering melakukan gerakan berhenti dan bergerak cepat atau banyak memutar dan membengkokkan tubuh.
Sebagai contohnya, pemain sepak bola yang terkena benturan di lutut, pemain bola basket yang melompat, dan pemain sepak bola yang sering melakukan perubahan arah cepat, semuanya memiliki risiko lebih tinggi untuk cedera LCL.
Penyebab umum cedera LCL
Cedera LCL biasanya terjadi saat Anda bermain olahraga yang melibatkan aktivitas:
- Membengkokkan lutut.
- Benturan keras.
- Perubahan arah yang cepat.
- Memutar tubuh.
- Melompat.
- Gerakan menyusuri jalur zig-zag.
- Gerakan berhenti dan mulai secara tiba-tiba.
Sedangkan jenis olahraga dengan risiko tertinggi untuk cedera LCL adalah:
- Sepak takraw.
- Sepak bola.
- Ski.
Gejala cedera LCL yang perlu diwaspadai
Beberapa gejala cedera LCL yang umumnya dirasakan penderita adalah sebagai berikut:
- Rasa sakit
- Pembengkakan
- Rasa nyeri saat ditekan
- Memar
- Sensasi tidak stabil. Lutut mungkin terasa seperti akan jatuh, tertekuk, atau terjepit.
Diagnosis cedera LCL
Jika mengalami gejala-gejala cedera LCL sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Saat Anda berkonsultasi, dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan tentang cedera Anda dan melakukan pemeriksaan fisik lutut. Mereka akan memeriksa hal-hal berikut:
- Rasa nyeri saat ditekan.
- Pembengkakan.
- Cara gerakan lutut Anda.
- Cara gerakan kaki Anda.
- Cedera lainnya.
Dokter mungkin juga akan meminta penderita menjalani beberapa uji pencitraan, seperti:
- Sinar-X (Rontgen)
- MRI
- USG (Ultrasonografi).
Perawatan dan Pengobatan Cedera LCL
Setelah mendiagnosis pasien, dokter akan mengkategorikan cedera LCL dalam tiga tingkat:
Tingkat 1 (Ringan)
Cedera lutut tergolong ringan. LCL Anda tidak robek sepenuhnya. Cedera ini biasanya sembuh dengan perawatan di rumah, termasuk penggunaan kruk.
Dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk memakai pelindung lutut dengan engsel ketika Anda mulai memberatkan lutut. Anda kemungkinan akan merasa lebih baik setelah sekitar tiga hingga empat minggu.
Tingkat 2 (Sedang)
Penderita mengalami cedera LCL yang tergolong sedang. LCL Anda robek sebagian. Untuk cedera tingkat 2, Anda perlu menggunakan kruk dan pelindung lutut dengan engsel. Pemulihan biasanya memakan waktu sekitar delapan hingga dua belas minggu.
Tingkat 3 (Parah)
Cedera LCL tergolong parah. LCL Anda robek sepenuhnya atau terpisah, dan bisa memerlukan waktu delapan hingga dua belas minggu untuk sembuh.
Anda akan memakai pelindung lutut dengan engsel selama beberapa bulan. Dokter mungkin akan merekomendasikan operasi.
Anda mungkin memerlukan operasi jika cedera Anda tergolong parah. Biasanya, cedera lutut dianggap parah jika LCL robek dan disertai cedera pada bagian lutut lainnya, seperti:
- Anterior Cruciate Ligament (ACL)
- Meniskus
- Anda juga mungkin perlu menjalani fisioterapi, untuk membantu menguatkan otot, meningkatkan rentang gerak, mempelajari latihan yang dapat dilakukan di rumah.
Cedera yang parah memerlukan operasi terbuka. Dokter bedah Anda akan:
- Menjahit LCL yang robek.
- Menyambung kembali LCL ke tulang Anda.
- Membangun kembali ligamen Anda menggunakan tendon atau ligamen lainnya.
Dokter mungkin akan memberi izin untuk kembali berolahraga, setelah penderita dapat berjalan tanpa terpincang-pincang.
Namun, penderita perlu menjalani apa yang disebut functional progression (progresi fungsional). Penderita akan mulai dengan latihan ringan dan peregangan, kemudian berlanjut ke latihan yang lebih moderat, dan akhirnya kembali ke aktivitas normal Anda.
Penyembuhan dari cedera LCL bisa memakan waktu. Memang bisa sulit untuk bersabar, tetapi Anda tidak bisa terburu-buru dalam proses penyembuhannya.
Apakah bisa cedera LCL hanya ditangani dengan perawatan di rumah saja? Ya, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan di rumah untuk membantu penyembuhan Lateral Collateral Ligament yang cedera yaitu:
- Istirahatkan lutut Anda.
- Kompres dengan es. Tempelkan kantong es atau kompres dingin pada lutut Anda selama sekitar 10-20 menit. Ulangi setiap satu hingga dua jam pada tiga hari pertama
- Kompres lutut Anda dengan membalutnya menggunakan perban elastis.
- Angkat lutut Anda (elevasi) dengan menaruhnya di atas bantal untuk mengurangi pembengkakan. Usahakan lutut tetap lebih tinggi dari jantung Anda.
- Konsumsi obat antiinflamasi (NSAID)
- Batasi beban yang Anda beri pada kaki
- Gunakan kruk dan kenakan pelindung lutut sesuai petunjuk.
- Lakukan peregangan ringan dan latihan gerak sesuai instruksi dari dokter.
Prognosis dan Pemulihan Cedera LCL
Waktu pemulihan tergantung pada tingkat keparahan cedera LCL:
- Tingkat 1 (Ringan): Tiga hingga empat minggu.
- Tingkat 2 (Sedang): Delapan hingga dua belas minggu.
- Tingkat 3 (Parah): Delapan hingga dua belas minggu.
Dengan waktu dan perawatan di rumah, cedera Lateral Collateral Ligament Anda mungkin sembuh dengan sendirinya.
Jika melanjutkan aktivitas tanpa berkonsultasi dengan dokter, maka penderita berisiko memperburuk cedera Lateral Collateral Ligament.
Layanan Klinik Patella untuk Cedera Lutut
Klinik Patella menyediakan layanan untuk menangani kasus cedera lutut. Dampak yang ditimbulkan oleh cedera lutut terhadap aktivitas sehari-hari seseorang cukup besar, seringkali disertai dengan rasa sakit dan terbatasnya kemampuan bergerak.
Tim medis Klinik Patella yang terdiri dari dokter ortopedi dan fisioterapis berpengalaman akan bekerja sama untuk merancang rencana perawatan yang sesuai dengan tingkat keparahan cedera lutut yang Anda alami.
Jika Anda membutuhkan penanganan untuk cedera MCL, cedera PCL, atau cedera ACL pada lutut, segera hubungi kami untuk mendapatkan konsultasi dan perawatan yang tepat.
Anda bisa menghubungi kami melalui WhatsApp di nomor 0811-8124-2022, atau datang langsung ke Klinik Patella yang berlokasi di Jalan Hj. Tutty Alawiyah No.34B, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan.