Tanggal Publikasi :

Oktober 18, 2019

Terakhir Diupdate :

Februari 19, 2025

Penulis :

Adnan Syafii

Penulis :

Tim Klinik Patella

Dapatkan diagnosis akurat dan solusi terbaik untuk nyeri lutut Anda!

Artikel Terkait

senam lansia untuk nyeri lutut
senam lansia untuk nyeri lutut

Senam Lansia untuk Nyeri Lutut: Solusi untuk Mengurangi Rasa Sakit dan Meningkatkan Mobilitas

prognosis osteoarthritis
prognosis osteoarthritis

Prognosis Osteoarthritis: Apa yang Harus Anda Ketahui?

rontgen osteoarthritis
rontgen osteoarthritis

Rontgen untuk Mendiagnosis Osteoarthritis

Susu untuk Nyeri Sendi Lutut
Susu untuk Nyeri Sendi Lutut

Susu untuk Nyeri Sendi Lutut: Solusi Alami untuk Kesehatan Sendi

makanan penyebab nyeri sendi lutut
makanan penyebab nyeri sendi lutut

6 Makanan Penyebab Nyeri Sendi Lutut yang Harus Dihindari

Nyeri Lutut Saat Jongkok
Nyeri Lutut Saat Jongkok

Nyeri Lutut Saat Jongkok: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Lachman Test
Lachman Test

Lachman Test: Tes Fisik Utama untuk Mendiagnosis Cedera ACL

salep nyeri sendi lutut di apotik
salep nyeri sendi lutut di apotik

Rekomendasi Salep Nyeri Sendi Lutut di Apotik

prepatellar bursitis
prepatellar bursitis

Mengenal Prepatellar Bursitis: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

pes anserine bursitis
pes anserine bursitis

Pes Anserine Bursitis: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

valgus stress test
valgus stress test

Valgus Stress Test dalam Diagnosis Cedera MCL

hematoma subkutan
hematoma subkutan

Hematoma Subkutan: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Cari Artikel Lainnya

Lutut Sakit Saat Lari Benarkah Berakibat Buruk Terhadap Sendi?

18 Oktober 2019

Lutut sakit saat lari

Olahraga joging atau saat lari meningkatkan risiko radang hingga sakit pada sendi lutut, benarkah? Jawabannya adalah bergantung pada frekuensi dan intensitas berlari, serta kondisi sendi lutut masing-masing.

Tetap aktif menjadi salah satu bentuk perlawanan terhadap radang sendi. Namun, pada sebagian orang yang memiliki keturunan mengalami radang sendi (atau memiliki anggota keluarga yang mengalami radang sendi), dan tidak peduli seberapa baiknya mereka berlari, tentu mereka juga memiliki risiko tinggi untuk mengalami radang sendi. Hal ini adalah statement dr. Stephen G Rice, dari Jersey Shore University Medical Center.

Sakit pada sendi lutut akibat radang biasanya membuat penderita mengalami kesulitan dalam beraktivitas atau saat lari. Radang sendi, atau kondisi tulang dan sendi yang bergesekan, adalah akibat cairan sendi yang sudah berkurang. Jangankan untuk berlari, bahkan untuk berjalan pun terasa sulit. Bagi orang yang biasa melakukan joging dan lari biasanya menganggap hal baik itu malah dapat memperburuk kondisi tersebut.

Faktanya, olahraga lari ternyata justru dapat membantu pasien rematik menjadi lebih aktif. Gerakan tekanan pada lutut saat berlari akan membantu pembentukan cairan di lutut, sehingga tulang dan sendi dapat bergerak dengan leluasa.

Dampak Berat Badan Hingga Lutut Sakit Saat Lari

Orang dengan kelebihan berat badan kemungkinan berisiko tinggi mengalami radang sendi lutut. Kelebihan berat badan akan menjadi beban tambahan pada sendi lutut. Beragam kegiatan seperti berjalan, naik dan turun tangga, atau melompat, beban pada lutut akan meningkat sebesar 3-4 kali lipat. Misalnya kelebihan berat 10 kg, maka beban lutut sebesar 30-40 kg.

Kerja sendi lutut paling berat karena harus menopang beban tubuh. Entah berapa banyak sendi lutut bergerak saat Anda beraktivitas, seperti berjalan, berlari, naik turun tangga, bangkit berdiri dari posisi duduk, maupun saat berolahraga. Semuanya disertai dengan beban tubuh yang harus ditopangnya. Itu sebabnya, sedikit saja kenaikan berat badan akan memberikan tambahan beban berkali lipat pada sendi lutut. Apalagi pada orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas.

Baca juga : Dislokasi patella

Untuk mengetahui apakah Anda termasuk mengalami obesitas atau tidak, bisa dilihat dari indeks massa tubuh (body mass index/BMI). Kriteria overweight bila memiliki BMI ≥ 25, dan obesitas bila memiliki BMI ≥ 30. Kedua kondisi ini memiliki risiko 4-5 kali lebih besar terkena osteoartritis (OA) lutut berbanding dengan berat badan normal atau kurus.

Beragam Penelitian

Para peneliti Swedia melakukan uji klinis pada dua kelompok. Kelompok satu adalah orang yang berisiko mengalami osteoartritis dan melakukan olahraga, termasuk joging. Sedangkan kelompok dua, tidak melakukan olahraga. Setelah dilakukan pencitraan, ditemukan perbaikan pada tulang rawan yang berolahraga tampak membaik dibandingkan yang tidak berolahraga.

Menurut Jonathan Chang (ahli bedah ortopedi di California), saat kaki menapak di tanah saat joging, diduga dapat memicu produksi protein-protein tertentu dalam tulang rawan, sehingga membuatnya lebih kuat dan dapat membantu meningkatkan massa tulang dan otot. Karena itulah, olahraga tampaknya dapat menstimulasi tulang rawan untuk dapat memperbaiki kerusakan kecil pada sendi.

Namun, Dr. Michelle Wolcott (University of Colorado School of Medicine) mengingatkan, saat Anda memiliki riwayat keluarga dengan osteoartritis dan mengalami sakit lutut, lari mungkin bukan pilihan olahraga terbaik untuk Anda.

Sebaliknya, jika Anda tidak memiliki kecenderungan terkena osteoartritis (tidak ada riwayat keluarga), dan memiliki lutut yang sehat, serta memiliki berat badan ideal, berlari tidak akan memengaruhi risiko Anda terkena radang pada sendi lutut.

Sebuah metanalisis yang diterbitkan dalam British Journal of Sport Medicine juga menyimpulkan olahraga lari tidak memicu proses inflamasi atau kerusakan pada tulang rawan sendi lutut.

Selain itu, olahraga teratur dapat membantu meminimalkan peradangan dan membantu mencegah kerusakan tulang rawan akibat osteoartritis. Hasil studi ini tertulis dalam jurnal Osteoarthritis and Cartilage.

Olahraga lari (karena bersifat high impact) sebaiknya tidak untuk orang yang menderita peradangan pada punggung, panggul, lutut, bagian kaki lainnya, atau bagi mereka yang setelah menjalani operasi pada lutut atau pinggulnya.

Tips Menghindari Risiko Buruk Lutut Sakit Saat Lari

  • Mengatur Jarak lari Salah satu kunci penting yang harus Anda terapkan pada diri sendiri adalah mengatur jarak lari sesuai dengan kemampuan. Jika pun Anda seorang pelari profesional yang memiliki target tertentu, maka pastikan target tersebut sudah sesuai dengan kemampuan dasar Anda.
  • Mengimbangi dengan asupan gizi baikJaga kesehatan secara menyeluruh dengan mengonsumsi asupan nutrisi sehat yang seimbang.
  • Imbangi dengan istirahat cukup. Lutut juga perlu istirahat untuk mengembalikan kondisinya seperti sediakala. Setelah menempuh jarak lari yang cukup panjang, lutut harus istirahat dengan relaks agar risiko cedera lebih minimal. Saat berbaring, letakkan bantal di bawah lutut agar posisinya agak lebih tinggi. (*berbagai sumber)

Artikel Lainnya

synovectomy

Apa Itu Synovectomy? Prosedur, Risiko, dan Perawatan Pasca Operasi

tempurung lutut pecah

Cara Menangani Tempurung Lutut yang Pecah Karena Cedera

sindrom nyeri patellofemoral

Sindrom Nyeri Patellofemoral (PFPS): Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Begini Cara Mengatasi Nyeri yang Menjalar pada Bahu Sebelah Kiri - Patella

Begini Cara Mengatasi Nyeri yang Menjalar pada Bahu Sebelah Kiri!