Dua kondisi yang sering menyebabkan nyeri di lutut adalah Chondromalacia Patella dan Patellofemoral Pain Syndrome. Apa sih perbedaan Chondromalacia Patella dan Patellofemoral Pain Syndrome?
Lutut sendiri adalah salah satu sendi yang paling sering digunakan dalam berbagai aktivitas fisik, sehingga masalah pada lutut bisa sangat mengganggu kualitas hidup.
Meskipun keduanya menyebabkan rasa sakit di bagian depan lutut, penyebab dan mekanisme terjadinya cukup berbeda.
Memahami perbedaan Chondromalacia Patella dan Patellofemoral Pain Syndrome sangat penting untuk diagnosis yang tepat dan penanganan yang sesuai.
Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai perbedaan Chondromalacia Patella dan Patellofemoral Pain Syndrome, gejala khas masing-masing, serta pilihan pengobatan yang dapat membantu meringankan nyeri lutut Anda.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Chondromalacia Patella, Patellofemoral Pain Syndrome, dan gangguan lutut lainnya, Anda dapat menghubungi Klinik Patella melalui WhatsApp di 0811-8124-2022.
Daftar Isi
- Mengenali Chondromalacia Patella: Rusaknya tulang rawan patela
- Pengobatan & Faktor Risiko Chondromalacia Patella
- Penyebab Chondromalacia Patella
- Gejala Chondromalacia Patella
- Patellofemoral Syndrome: Sindrom lutut pelari
- Faktor risiko Patellofemoral Syndrome
- Langkah pencegahan Patellofemoral Syndrome
- Perbedaan Chondromalacia Patella dan Patellofemoral Pain Syndrome
- Layanan nyeri lutut di Klinik Patella
Mengenali Chondromalacia Patella: Rusaknya tulang rawan patela
Chondromalacia patella adalah kondisi yang terjadi akibat pelunakan dan kerusakan pada kartilago (tulang rawan) di bagian bawah patela (tempurung lutut).
Gejala yang paling umum adalah rasa nyeri yang tumpul dan menusuk serta perasaan seperti ada gesekan pada lutut ketika lutut ditekuk.
Pengobatan & Faktor Risiko Chondromalacia Patella
Chondromalacia patella umumnya diobati dengan beberapa cara seperti:
- Istirahat dan penggunaan es
- Menghindari aktivitas seperti menaiki tangga
- Penggunaan penyangga lutut juga dapat membantu mengurangi rasa sakit.
Kelompok yang berisiko tinggi mengalami chondromalacia patella antara lain:
- Orang yang kelebihan berat badan
- Mereka yang pernah mengalami cedera, patah tulang, atau dislokasi pada patela
- Pemain sepak bola, pelari, dan pesepeda
- Remaja dan orang dewasa muda, terutama perempuan.
Penyebab Chondromalacia Patella
Chondromalacia patella sering terjadi ketika bagian bawah patela bersentuhan dengan tulang paha, yang menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit.
Posisi patela yang tidak normal, kekakuan atau kelemahan otot-otot sekitar lutut, terlalu banyak aktivitas yang melibatkan lutut, serta kaki datar (flat feet) dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya chondromalacia patella.
Gejala Chondromalacia Patella
Gejala utama yang dirasakan adalah nyeri tumpul di belakang, bawah, dan sisi patela. Rasa seperti ada gesekan atau suara “krek” saat lutut ditekuk juga dapat muncul, terutama saat:
- Lutut ditekuk
- Turun tangga
- Berlari menuruni bukit
- Berdiri setelah duduk dalam waktu lama
Patellofemoral Syndrome: Sindrom lutut pelari
Patellofemoral syndrome atau sindrom nyeri patellofemoral sering menyebabkan rasa sakit di bagian depan lutut, sekitar patela, yang sering disebut sebagai runner’s knee.
Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang yang berpartisipasi dalam olahraga yang melibatkan lari dan loncat.
Perawatan sederhana seperti istirahat dan penggunaan es sering kali membantu, tetapi terkadang terapi fisik diperlukan untuk meredakan rasa sakit pada patellofemoral.
Faktor risiko Patellofemoral Syndrome
Patellofemoral syndrome biasanya menyebabkan rasa sakit tumpul di bagian depan lutut. Rasa sakit ini bisa semakin parah ketika Anda:
- Menaiki atau menuruni tangga
- Berlutut atau jongkok
- Duduk dengan lutut ditekuk dalam waktu lama
Para dokter belum sepenuhnya yakin dengan penyebab pasti dari sindrom patellofemoral, tetapi kondisi ini dikaitkan dengan beberapa faktor, antara lain:
- Penggunaan sendi lutut yang berlebihan
- Otot-otot sekitar pinggul dan lutut tidak dapat menjaga posisi tempurung lutut dengan baik
- Trauma pada tempurung lutut, seperti dislokasi atau patah tulang
- Operasi lutut, terutama pada perbaikan anterior cruciate ligament (ACL) yang menggunakan tendon tempurung lutut sendiri.
Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko meliputi:
- Biasanya terjadi pada remaja dan orang dewasa muda
- Wanita memiliki risiko dua kali lipat dibandingkan pria
- Partisipasi dalam olahraga yang melibatkan lari dan loncat
Langkah pencegahan Patellofemoral Syndrome
Terkadang, nyeri lutut terjadi tanpa sebab yang jelas. Namun, ada beberapa langkah yang dapat membantu mencegah rasa sakit, antara lain:
- Menguatkan otot quadriceps dan otot abduktor pinggul
- Menurunkan berat badan
- Pemanasan dengan aktivitas ringan selama sekitar lima menit
- Melakukan peregangan ringan
- Menghindari perubahan mendadak dalam intensitas latihan
- Menggunakan sepatu yang pas dan memberikan bantalan yang baik
Jika nyeri lutut tidak membaik dalam beberapa hari, segera konsultasikan dengan dokter.
Perbedaan Chondromalacia Patella dan Patellofemoral Pain Syndrome
Chondromalacia Patella merujuk pada kerusakan atau pelunakan tulang rawan di bawah tempurung lutut.
Sementara Patellofemoral Pain Syndrome adalah istilah yang lebih luas untuk nyeri yang terjadi di sekitar tempurung lutut, terutama saat melakukan aktivitas tertentu seperti berlari, naik turun tangga, atau duduk lama.
Walaupun kedua kondisi ini dapat menyebabkan rasa nyeri yang serupa, Patellofemoral Pain Syndrome lebih sering dikaitkan dengan ketidakseimbangan otot dan gangguan pada posisi tempurung lutut, sedangkan Chondromalacia Patella berfokus pada kerusakan fisik pada tulang rawan di bawah tempurung lutut.
Mengetahui perbedaan mendasar antara kedua kondisi ini sangat penting agar Anda bisa mendapatkan penanganan yang tepat, baik itu melalui terapi fisik, perubahan gaya hidup, atau prosedur medis lainnya.
Layanan nyeri lutut di Klinik Patella
Klinik Patella menawarkan layanan komprehensif untuk penanganan nyeri lutut, yang sering kali menjadi keluhan umum bagi banyak orang.
Dengan tim dokter spesialis ortopedi dan fisioterapis yang berpengalaman, kami fokus untuk mendiagnosis dan merawat berbagai kondisi nyeri lutut, termasuk Chondromalacia Patella, Patellofemoral Pain Syndrome, serta gangguan lutut lainnya.
Kami menggunakan pendekatan yang terintegrasi, mulai dari pemeriksaan medis menyeluruh hingga pilihan terapi yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasien, bertujuan untuk mengurangi rasa sakit dan memperbaiki fungsi lutut.
Selain itu, Klinik Patella menyediakan pilihan layanan pengobatan non-bedah dan bedah bagi pasien yang membutuhkan perawatan lebih lanjut.
Untuk kasus yang lebih kompleks atau nyeri lutut yang tidak kunjung membaik, prosedur seperti arthroscopy atau injeksi bisa menjadi solusi yang efektif.
Dengan pendekatan yang holistik dan personal, Klinik Patella siap membantu Anda mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik tanpa gangguan nyeri lutut.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Chondromalacia Patella, Patellofemoral Pain Syndrome, dan gangguan lutut lainnya, Anda dapat menghubungi Klinik Patella melalui WhatsApp di 0811-8124-2022.
Kami juga menerima kunjungan langsung di Klinik Patella yang berlokasi di Jalan Hj. Tutty Alawiyah No. 34B, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan. Jangan ragu untuk mengatur jadwal konsultasi dengan dokter kami.