Tanggal Publikasi :

November 4, 2024

Terakhir Diupdate :

Februari 19, 2025

Penulis :

Adnan Syafii

Penulis :

Tim Klinik Patella

Dapatkan diagnosis akurat dan solusi terbaik untuk nyeri lutut Anda!

Artikel Terkait

senam lansia untuk nyeri lutut
senam lansia untuk nyeri lutut

Senam Lansia untuk Nyeri Lutut: Solusi untuk Mengurangi Rasa Sakit dan Meningkatkan Mobilitas

prognosis osteoarthritis
prognosis osteoarthritis

Prognosis Osteoarthritis: Apa yang Harus Anda Ketahui?

rontgen osteoarthritis
rontgen osteoarthritis

Rontgen untuk Mendiagnosis Osteoarthritis

Susu untuk Nyeri Sendi Lutut
Susu untuk Nyeri Sendi Lutut

Susu untuk Nyeri Sendi Lutut: Solusi Alami untuk Kesehatan Sendi

makanan penyebab nyeri sendi lutut
makanan penyebab nyeri sendi lutut

6 Makanan Penyebab Nyeri Sendi Lutut yang Harus Dihindari

Nyeri Lutut Saat Jongkok
Nyeri Lutut Saat Jongkok

Nyeri Lutut Saat Jongkok: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Lachman Test
Lachman Test

Lachman Test: Tes Fisik Utama untuk Mendiagnosis Cedera ACL

salep nyeri sendi lutut di apotik
salep nyeri sendi lutut di apotik

Rekomendasi Salep Nyeri Sendi Lutut di Apotik

prepatellar bursitis
prepatellar bursitis

Mengenal Prepatellar Bursitis: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

pes anserine bursitis
pes anserine bursitis

Pes Anserine Bursitis: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

valgus stress test
valgus stress test

Valgus Stress Test dalam Diagnosis Cedera MCL

hematoma subkutan
hematoma subkutan

Hematoma Subkutan: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Cari Artikel Lainnya

Bursectomy: Prosedur Minimal Invasif untuk Bursitis Lutut

4 November 2024

bursectomy

BProsedur bursectomy biasanya direkomendasikan ketika pengobatan konservatif, seperti fisioterapi dan obat antiinflamasi, tidak memberikan hasil yang memuaskan.

Selama bursectomy, ahli bedah akan mengangkat bursa yang meradang. Bursa berfungsi untuk mengurangi gesekan dan memberikan bantalan pada sendi, namun dalam beberapa kasus, bursa dapat meradang dan menyebabkan nyeri yang signifikan.

Proses peradangan ini sering kali terkait dengan kondisi seperti bursitis, yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup pasien.

Prosedur ini dapat dilakukan secara minimal invasif, sehingga pasien dapat pulih lebih cepat dan hanya merasakan rasa sakit yang lebih rendah pasca-operasi.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang bursectomy, indikasi untuk prosedur ini, serta manfaat yang dapat diperoleh setelah menjalani operasi.

Apa itu bursectomy?

Bursectomy adalah prosedur bedah untuk mengangkat bursa, yaitu kantong kecil berisi cairan yang terdapat di dalam sendi, ketika bursa tersebut mengalami peradangan (bursitis).

Bursa sendiri adalah bagian sendiri yang berfungsi sebagai bantalan antara tulang, otot serta tendon.

Peradangan terjadi pada sendi yang sering melakukan gerakan berulang. Sendi yang paling umum terkena adalah pinggul, siku, atau bahu; namun, peradangan juga dapat terjadi di lutut, tumit, atau jari kaki besar.

Bursectomy adalah prosedur yang relatif sederhana dan minimal invasif, biasanya dilakukan secara artroskopi dan tidak memerlukan rawat inap di rumah sakit.

Pada tindakan bursectomy, bursa akan diangkat melalui sayatan kecil. Athroscope dimasukkan untuk membantu dokter melihat dan mengarahkan alat bedah guna mengangkat bursa.

Karena prosedur ini hanya memerlukan sayatan kecil, proses pemulihan akan lebih cepat dan rasa sakit yang dialami lebih sedikit.

Kapan Bursectomy Diperlukan?

Orang yang mengalami masalah serius atau kronis yang membatasi pergerakan atau aktivitas tertentu akan sangat diuntungkan dengan bursectomy.

Meskipun tiap pasien berbeda-beda, ada beberapa kondisi yang memerlukan dilakukan tindakan bursectomy yaitu:

1. Bursitis kronis

Individu yang mengalami peradangan bursa secara terus-menerus, dikenal sebagai bursitis kronis, sering kali mencari bursectomy untuk pengelolaan gejala jangka panjang.

2. Rentang gerak terbatas

Pembatasan rentang gerak pada sendi akibat bursitis. Tujuan utama dari bursectomy adalah untuk mengurangi batasan gerak fisik yang disebabkan oleh peradangan pada bursa.

3. Pengobatan konservatif yang gagal

Pengobatan yang paling sering dianjurkan dokter untuk gangguan medis pada bursa adalah istirahat dan meresepkan obat antiinflamasi. Pemberian obat antiinflamasi ini biasanya menyelesaikan sebagian besar kondisi yang bermasalah.

Ketika pendekatan obat dan fisioterapi tidak lagi efektif dalam mengatasi gejala, bursectomy bisa menjadi pilihan terbaik untuk meredakan gejala yang dirasakan.

Manfaat Bursectomy

Bursectomy memiliki beberapa manfaat bagi pasien yaitu:.

Mengurangi Rasa Sakit

Manfaat utama dari bursectomy adalah dapat menghilangkan rasa nyeri. Tindakan mengangkat bursa yang meradang atau rusak, dapat membuat rasa nyeri ditangani reda atau hilang dengan cepat.

Memulihkan Fungsi

Bagi pasien yang mengalami keterbatasan gerak akibat menderita bursitis, bursectomy dapat menjadi pilihan tindakan untuk memulihkan fungsi fisik.

Meningkatkan Kualitas Hidup

Jika bursitis telah berpengaruh signifikan pada rutinitas sehari-hari, bursectomy dapat bantu meningkatkan kualitas hidup pasien. 

Pencegahan Masalah Berulang

ursectomy untuk mengangkat bursa yang bermasalah, dapat meminimalisir resiko kambuhnya gejala yang dirasakan pasien.

Prosedur Pelaksanaan Bursectomy

Prosedur bursectomy biasanya dimulai dengan pemberian anestesi sendi untuk meredakan rasa sakit.

Jika dokter merasa perlu untuk mengeluarkan cairan dari daerah sendi, mereka akan membuat sayatan kecil untuk membuka bursa.

Dalam proses mengeluarkan cairan sendi, saluran pengering yang kecil akan dipasang di dalam bursa selama beberapa hari untuk menguras cairan sendi yang berlebih.

Jika pengeringan cairan tidak berhasil meredakan nyeri, dokter dapat memutuskan untuk mengangkat seluruh bursa.

Keputusan untuk mengangkat seluruh bursa dapat dilakukan jika bursa menjadi semakin tebal, dan menyebabkan keterbatasan gerak serta rasa sakit.

Namun, dalam beberapa kasus, dokter bedah mungkin memilih untuk hanya mengangkat sebagian bursa untuk menjaga tingkat pelumasan yang memadai dan mengurangi gesekan.

Ini juga memberi peluang bagi bursa untuk tumbuh kembali ke ukuran normal. Kemudian, lubang sayatan akan dijahit.

Risiko dan komplikasi bursectomy

Seperti halnya prosedur medis lainnya, bursectomy memiliki berbagai risiko yang mungkin terjadi.

  • Infeksi: Infeksi adalah risiko yang mungkin muncul dari setiap jenis operasi, termasuk bursectomy. Penggunaan antibiotik selama prosedur membantu mengurangi kemungkinan terjadinya infeksi.
  • Pendarahan: Pendarahan yang berlebihan selama proses pemulihan atau saat operasi berlangsung juga merupakan risiko yang perlu diwaspadai. Risiko ini biasanya dapat diminimalkan melalui keahlian dokter bedah dan pemantauan yang cermat selama prosedur.
  • Pembekuan darah: Operasi dapat meningkatkan risiko terbentuknya bekuan darah, yang dapat menyebabkan komplikasi medis seperti trombosis vena dalam (DVT). Tindakan seperti fisioterapi dan penggunaan obat tertentu dapat membantu menghindari risiko ini selama proses pemulihan.
  • Jaringan parut: Setiap prosedur bedah memiliki risiko munculnya bekas luka yang terlihat di lokasi sayatan. Tingkat jaringan parut sangat bergantung pada karakteristik unik masing-masing pasien, dan akan dipantau secara cermat pada setiap kunjungan kontrol.
  • Reaksi alergi: Pasien harus menginformasikan tim kesehatan mengenai alergi yang dimiliki sebelum prosedur, termasuk potensi risiko yang terkait dengan anestesi dan obat-obatan yang akan diberikan selama dan setelah operasi.
  • Nyeri dan ketidaknyamanan: Nyeri pascaoperasi adalah hal yang umum setelah bursectomy, dan meskipun dapat diredakan dengan obat pereda nyeri selama masa pemulihan.
  • Kekakuan atau kelemahan sendi: Setelah bursectomy, ada risiko kekakuan atau kelemahan sendi yang bersifat sementara. Fisioterapi sangat penting untuk menangani dan meminimalkan masalah ini.

Pemulihan Pasca-Bursectomy

Tahap awal pemulihan setelah bursectomy sangat penting untuk memastikan proses penyembuhan yang lancar dalam minggu-minggu dan bulan-bulan mendatang.

Pasien akan menghabiskan waktu di ruang pemulihan, di mana mereka akan dipantau secara ketat oleh dokter.

Tujuan utama pada tahap pemulihan ini adalah mengontrol rasa nyeri, jika diperlukan dokter akan meresepkan obat-obatan pereda rasa nyeri.

Umumnya pasien akan tinggal di rumah sakit selama beberapa hari untuk memantau semua gejala dan memulai proses pemulihan.

Untuk mencegah komplikasi dan mempercepat pemulihan, mobilisasi dianjurkan dilakukan lebih awal. Fisioterapi sering kali dimulai selama masa tinggal di rumah sakit, disesuaikan dengan karakteristik unik setiap pasien.

Terapis fisik akan bekerja sama dengan pasien untuk mengembalikan kekuatan dan rentang gerak, serta meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Konsultasi secara rutin dengan dokter sangat penting untuk melacak kemajuan dan mengatasi setiap kekhawatiran yang mungkin muncul selama proses pemulihan.

Konsultasi ini mungkin melibatkan uji pencitraan untuk memeriksa area bedah, dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambil jika ada komplikasi yang muncul.

Pasien umumnya dapat kembali ke aktivitas sehari-hari, termasuk bekerja dan berolahraga ringan, dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan usai tindakan operasi, tergantung pada kemajuan individu.

Dokter Anda akan mengembangkan rencana pemulihan dengan mempertimbangkan kondisi fisik dan kemajuan pemulihan Anda, yang biasanya mencakup:

  • Rekomendasi pola makan
  • Pembatasan aktivitas
  • Rekomendasi fisioterapi

Pada sebagian besar kasus, kondisi pasien akan membaik secara signifikan dalam beberapa bulan pertama. Waktu pemulihan penuh dapat berbeda-beda, dan mungkin berlangsung hingga satu tahun.

Layanan Klinik Patella untuk Perawatan Lutut

Klinik Patella Jakarta menyediakan layanan penanganan berbagai masalah lutut dan kaki yang canggih.

Berbagai layanan medis di klinik ini dilakukan oleh tim dokter ahli yang berpengalaman dengan bantuan alat berteknologi mutakhir.

Jika Anda memerlukan informasi lebih lanjut tentang bursectomy atau teknik arthroscopy untuk penanganan gangguan pada lutut, jangan ragu untuk menghubungi tim Patella melalui WhatsApp di nomor 0811-8124-2022.

Anda juga dapat mengunjungi Klinik Patella secara langsung di Jalan Hj. Tutty Alawiyah No.34B, Kalibata, Pancoran

Artikel Lainnya

Kondisi yang Memerlukan Penggunaan Deker Lutut - Patella

Kondisi yang Memerlukan Penggunaan Deker Lutut

Penyebab Lutut Sering Gemeteran

Sebab Sakit Lutut Pada Penderita Obesitas

nyeri lutut pada lansia

6 Cara Mengatasi Nyeri Lutut Pada Lansia

menjaga kesehatan sendi

5 Rahasia Menjaga Kesehatan Sendi di Usia Tua